JARWINN menyediakan jasa pemasangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya On-Grid dan Off-Grid. Tapi apa perbedaan dari kedua sistem PLTS tersebut. Berikut ini adalah sedikit penjelasan singkat mengenai perbedaan PLTS On-Grid dan PLTS Off-Grid. PLTS On-Grid Untuk Menghemat Biaya Listrik Bulanan Secara Signifikan On-Grid adalah sistem PLTS yang akan menghasilkan listrik dari panel surya dan juga berkombinasi dengan listrik PLN. Sistem PLTS akan mengirimkan kelebihan produksi listrik yang dihasilkan ke PLN eksport-impor atau dapat dikreditkan untuk pemakaian listrik selanjutnya. Namun perlu diperhatikan dalam proses ekspor-impor listrik ini diperlukan meteran listrik khusus, yakni meteran EXIM. PLN sendiri telah menyediakan meteran exim yang dapat menunjang proses ekspor-impor listrik dari PLTS ke jaringan listrik PLN. Sistem On-Grid ini termasuk sistem PLTS yang sederhana serta merupakan sistem yang efektif dalam segi biaya. Komponen utama dalam PLTS On-Grid adalah panel surya serta inverter. Sistem On-Grid untuk penghematan tagihan listrik dapat mencapai 50%. Namun sistem ini memiliki kekurangan yaitu pada kasus listrik PLN padam, maka untuk sistem On-Grid secara otomatis juga ikut padam. Hal ini dikarenakan sistem ini tidak memiliki baterai, mengingat dalam pembangkitannya PLTS On-Grid bergantung pada listrik PLN untuk dapat menggenerasi listrik. PLTS On-Grid merupakan sistem yang jauh lebih ekonomis dan cocok untuk lokasi yang jarang mati lampu karena meskipun sistem ini tidak menggunakan baterai untuk dapat menyimpan energi listrik tetapi harga dari sistem PLTS On-Grid jauh lebih terjangkau. PLTS Off-Grid Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dengan Sistem Mandiri Yang Hanya Mengandalkan Energi Sinar Matahari Sistem Off-Grid adalah sistem PLTS yang mandiri dan hanya tergantung pada solar panel dan baterai. Sistem ini tidak terhubung dengan PLN dan tidak melakukan export kelebihan energi listrik hasil solar panel ke PLN. Sistem PLTS Off-Grid sangat cocok untuk lokasi terpecil yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik PLN karena sistem ini bisa memenuhi kebutuhan listrik tanpa adanya listrik dari PLN dan tidak perlu kuatir adanya pemadaman listrik. Hanya saja untuk sistem Off-Grid tidak bisa memenuhi semua kebutuhan daya listrik secara maksimal sedangkan untuk harga material baterainya saat ini masih sangat tinggi. Selain itu, pengaturan panel surya dan jumlah baterai yang diperlukan cukup kompleks pada sistem Off-Grid, harus lebih detail analisis dari kebutuhan listrik yang di perlukan dalam penggunaan daya yang di butuhkan, Komponen utama dari sistem PLTS Off-Grid adalah panel surya, charge controller, inverter, serta baterai. Untuk informasi lebih lanjut mengenai sistem PLTS On-Grid dan Off-Grid ini, anda dapat menghubungi JARWINN sekarang juga di berbagai sarana media kontak yang telah kami sediakan. JARWINN menyediakan berbagai macam pilihan sistem PLTS yang sesuai dengan kebutuhan anda dengan kualitas terjamin dan after sale service yang memuaskan.
PerbedaanSistem Panel Surya On-Grid dan Off-Grid 1. Akses Listrik Off-Grid. Sistem panel surya off-grid sangat bergantung dengan energi matahari untuk memberi daya pada rumah atau gedung bisnis Anda. Jadi, jika Anda memilih sistem off-grid ini, Anda hanya akan memiliki aliran listrik dari dua titik:Saat ini panel surya sudah marak digunakan di kalangan masyarakat. Alasan penggunaannya juga berbagai macam, ada yang memang menggunakan untuk menghemat pengeluaran karena lebih sedikit bayar ke PLN, ada yang menggunakan hanya sekedar tren gaya hidup, dan ada juga yang memasang dengan alasan lebih ramah lingkungan. Apapun alasannya, semua itu boleh dan sah-sah saja, ada hal penting yang tidak boleh dilupakan dalam penggunaan panel surya, yaitu sistem yang diterapkan. Seperti diketahui, terdapat beberapa sistem yang dapat digunakan dalam penggunaan panel surya. Berikut adalah penjelasan dari sistem-sistem On-GridSistem on-grid adalah sistem penerapan panel surya yang masih terhubung dengan jaringan PLN. Sistem ini juga biasa disebut sebagai grid tie atau grid interactive. Selain itu, sistem ini juga terbilang lebih murah. Untuk sistem kerjanya sebagai berikutPanel surya mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Arus searah DC.Selanjutnya, listrik DC diubah lagi oleh inverter sehingga menjadi AC atau sama dengan listrik diubah, listrik dialirkan langssung ke jaringan listrik PLN. Selanjutnya, energi listrik dapat digunakan untuk alat elektronik yang ada dirumah.Gambar SolarReviewsJika Anda ingin menerapkan sistem On-Grid, PLN sudah menyediakan KWH exim. Supaya jika produksi listriknya melimpah atau kelebihan, listrik dapat dieksport dan dibeli oleh PLN. Namun, sistem On-Grid juga memiliki kekurangan. Salah satunya, apabila jaringan listrik PLN mati maka sistem On-Grid juga ikut dari cara kerja sistem On-Grid di atas, dapat disimpulkan beberapa faktor yang perlu kalian pertimbangkan ketika hendak menerapakan sistem On-Grid, diantaranyaTersedia listrik PLN 24 rumah di perkotaan atau minimal bukan daerah terpencil yang susah dijangkau Off-GridSistem Off-Grid atau stand alone PV Photovoltaic adalah sistem penerapan panel surya yang sudah tidak bergantung dengan jaringan listrik PLN. Alasanya, pada sistem Off-Grid sudah menggunakan baterai untuk menyimpan energi listrik. Karena menggunakan beterai, membuat sistem Off-Grid menjadi lebih mahal. Untuk cara kerjanya sebagai berikutPanel surya mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Arus searah DC.Energi listrik harus dikontrol arus dan tegangannya menggunakan SCC Solar Charge Controller.Dari SCC kemudian energi listrik di-charge atau diisikan ke pada beterai masih DC maka untuk dapat digunakan ke alat elektronik rumah harus diubah dulu ke AC. Utuk itu, dari baterai langsung ke inverter dan lanjut ke alat elektronik di dalam rumah.Gambar SolarReviewsDengan keunggulan dan kelemahan yang dimiliki sistem off-grid, membuat sistem ini memiliki beberapa faktor pertimbangan jika ingin menerapkannya, diantaranyaRumah terletak di daerah terpencil sehingga sulit dijangkau jaringan listrik rumah yang sudah teraliri listrik, tetapi sering mendapatkan pemadaman HybridSistem Hybrid adalah penggabungan dari sistem On-Grid dan Off-Grid. Jadi, pada sistem ini bisa di sambungkan langsung ke jaringan listrik PLN. Namun, bisa juga digunakan untuk menyimpan energi listrik karena sudah menggunakan beterai.Gambar SolarReviewsManfaatnya jika kamu menerapkan sistem ini adalah ketika siang hari kamu bisa menggunakan energi matahari secara langsung, tetapi jika terjadi pemadaman atau bahkan ketika di malam hari, tetap bisa digunakan karena memiliki energi yang tersimpan di dalam dari sistem ini tentu saja soal biaya. Yup, karena pada sistem ini tetap menggunakan beterei untuk menyimpanan energi lisrtik.
KelebihanPLTS On grid : Lokasi intergrasi dengan PLN; Area Perkotaan, perkantoran dan pabrik; Sistem installasi yang terpadang dengan SLO; Terpasang kwh EXIM; PLTS OFF GID. Yang di maksud PLTS Off grid adalah sistem PLTS menggunakan baterai yang berfungsi sebagai penyimpanan energi pada siang hari dan akan di gunakan pada malam hari.
Baca Cara Kerja PLTS On-Grid. Perbedaan on grid dengan off grid adalah baterai dan jaringan PLN, PLTS on grid tidak memiliki komponen baterai. Jika ada kelebihan listrik yang dihasilkan panel surya akan disimpan ke jaringan PLN, sedangkan PLTS off grid menyimpannya ke baterai. Sistem ini menjadikan jaringan PLN sebagai pengganti baterai, baik itu untuk menyimpan energi maupun untuk keperluan cadangan. Panelsurya bukan lagi suatu hal baru dan sudah banyak diketahui sehingga sudah tidak asing lagi. Namun berbeda dengan istilah PLTS On Grid dan Off Grid. Sobat Trang pasti baru mendengar istilah tersebut bukan? Isilah itu masih asing di kalangan umum, padahal hal itu penting untuk diketahui. Kedua istilah tadi merupakan dua sistem listrikJarwinnSolar Panel pada kesempatan kali ini membahas mengenai perbedaan dan cara kerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) On Grid, Off Grid, dan sistem PLTS Hybrid.
SistemPLTS off-grid bekerja secara independen dari jaringan listrik. Apabila terjadi pemadaman jaringan, PLTS dapat terus beroperasi. Tidak ada perubahan dalam layanan atau akses listrik. Sedangkan pada sistem on-grid, dengan menghubungkan ke jaringan maka listrik dapat diakses kapan saja. PLTSoff-grid membutuhkan peralatan yang lebih kompleks serta biaya yang lebih tinggi bila dibandingkan PLTS on-grid. Komponen utama dari sistem off-grid adalah panel surya, charge controller, inverter, serta baterai. Inverter yang digunakan dalam sistem off-grid berbeda dengan sistem on-grid. Dilihatdari pemasangannya, sistem on grid relatif lebih sederhana dan terjangkau jika dibandingkan dengan sistem off grid. Pemasangan sistem PLTS off grid pun biasanya dilakukan di lokasi yang jauh, terpencil, atau daerah yang tidak memiliki sumber listrik mandiri. Itulah kenapa idealnya PLTS on grid yang memiliki sambungan ke PLN 24 jam lebih cocok digunakan di lokasi yang padat penduduk. Cara menghitung kapasitas PLTS dengan sistem On Grid Ci0Zv9E.