IniDoa Kamilin, Dibaca Setelah Shalat Tarawih dan Doa Setelah Sholat Witir Lengkap dengan Artinya. POS-KUPANG.COM - Bulan Ramadhan sebentar lagi tibaa.. Shalt Tarawih merupakan slah satu Ibadah yang hanya dilakukan pada Bula Ramadhan.
Doa setelah Sholat Tahajud ini juga merupakan doa setelah Sholat Tarawih dan Witir. Tentu saja, karena Sholat Tahajud dan Sholat Tarawih merupakan Sholat Malam, sedangkan Sholat Witir adalah penutupnya. Nah, doa yang akan kita pelajari ini dibaca setelah selesai salam Sholat Witir. Saya sudah menulis tentang perbedaan antara Sholat Tahajud dan Sholat Tarawih di tulisan saya yang lainnya di website ini. Anda boleh membacanya nanti setelah membaca artikel Doa Setelah Sholat Tahajud ini. Saya akan berikan link tautannya nanti di bawah insya Allah. Pada tulisan ini insya Allah Anda akan mendapatkan ilmu pengetahuan seputar Doa Setelah Sholat Tahajud dan Witir. Anda boleh menonton video tentang tata cara Doa Setelah Sholat Tahajud dan Witir yang saya sertakan di artikel ini. Anda juga dapat mendownload file PDF dan Mp3 Doa Setelah Sholat Tahajud atau Sholat Tarawih dan Sholat Tarawih ini. Link downloadnya saya sertakan di bagian bawah artikel. *** Sekali lagi, doa setelah Sholat Tahajud & Sholat Tarawih ini dapat Anda amalkan setelah selesai salam Sholat Witir. Jadi, ketika Anda selesai melaksanakan Sholat Tahajud atau Sholat Tarawih, kemudian Anda lanjutkan dengan melaksanakan Sholat Witir sebagai penutup Sholat Malam Anda. Setelah Anda selesai salam Sholat Witir maka Anda langsung membaca doa yang akan kita pelajari di artikel ini. *** Ada 2 Doa Setelah Selesai Sholat Tahajud Ada 2 doa yang dapat kita amalkan setelah selesai melaksanakan Sholat Tahajud atau setelah Sholat Tarawih. Anda boleh mengamalkan salah satunya atau keduanya. DOA YANG PERTAMA Doa ini dibaca tepat setelah selesai salam Sholat Witir. Jadi, ketika Anda selesai melaksanakan Sholat Tahajud atau Sholat Tarawih, kemudian Anda lanjutkan dengan melaksanakan Sholat Witir sebagai sholat penutup. Setelah Anda selesai salam Sholat Witir maka Anda langsung membaca doa ini. Cara membaca doa yang pertama ini yaitu Doa ini dibaca sebanyak 3 kali. Pada bacaan yang ketiga dikeraskan dan dipanjangkan ketika membacanya. Mungkin ini lebih jelas lagi jika Anda menonton video Doa Setelah Sholat Tahajud di channel ini ya. Di video ini saya berikan keterangan bacaan doanya dalam bentuk audio yang saya bacakan secara pelan. Kemudian saya berikan keterangan teks doanya dalam tulisan latin dan saya sertakan pula arti doanya dalam Bahasa Indonesia. Tak lupa pula saya sertakan penjelasan sumber dalil Hadis setiap doa. *** Berikut ini adalah bacaan doa yang pertama, sebagaimana yang Anda lihat di video Doa Setelah Sholat Tahajud di atas. سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS pada bacaan ketiga ini dikeraskan dan dipanjangkan ketika membacanya سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUUUS Artinya “Maha Suci Dzat yang Merajai lagi Maha Suci.” Kemudian setelah itu langsung membaca 4 رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ ROBBIL MALAA-IKATI WAR-RUUH Artinya “Tuhan para malaikat dan ar-Ruh.” *** Setelah Anda selesai membaca Doa Setelah Sholat Tahajud, Sholat Tarawih dan Sholat Witir di atas maka selesai pula ibadah Sholat Tahajud, Sholat Tarawih, dan Witir Anda. *** Dalil Doa yang Pertama dari Doa Setelah Sholat Tahajud di atas Doa setelah Sholat Tahajud di atas berdasarkan dalil beberapa Hadis di bawah ini Dari Ubay bin Ka’ab radhiallahu anhu, beliau berkata كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ فِي الْوِتْرِ، قَالَ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam setelah salam Sholat Witir, beliau membaca SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS.” HR. Abu Daud 1430; dishahihkan oleh Syaikh al-Albani Dalam riwayat Nasa’i dari Abdurrahman bin Abza radhiallahu anhu, terdapat tambahan كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَكَانَ يَقُولُ إِذَا سَلَّمَ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ» ثَلَاثًا، وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ بِالثَّالِثَةِ “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melakukan witir dengan membaca surat al-A’laa pada rakaat pertama, surat al-Kafirun pada rakaat kedua, dan surat al-Ikhlas pada rakaat ketiga. Setelah salam, beliau membaca SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUUUS , 3 kali. Beliau keraskan suara beliau pada bacaan yang ketiga.” HR. Nasa’i 1732 dan dishahihkan al-Albani Dalam riwayat yang lain, terdapat tambahan … طَوَّلَ فِي الثَّالِثَةِ “Beliau baca dengan bacaan yang panjang pada bacaan ketiga.” HR. Nasa’i 1734 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani Disebutkan dalam riwayat Thabrani tentang adanya tambahan bacaan رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ RABBIL MALAA-IKATI WAR-RUUH Dari Ubay bin Ka’ab radhiallahu anhu, beliau mengatakan فِي الْأَخِيرَةِ يَقُولُ رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ “Di bagian akhir beliau -shallallahu alaihi wa sallam- membaca RABBIL MALAAIKATI WAR-RUUH.” HR. Ad-Daruquthni no. 1660. Dalam Fatwa Islam no. 14093, dinyatakan sanadnya shahih, dan Ibnul Qoyim menyebutnya dalam Zaadul Ma’aad 1/323 *** DOA YANG KEDUA Ada dua tempat untuk membaca doa kedua ini ketika Witir atau Tahajud, yaitu Setelah Sholat Witir. Ketika sujud dalam shalat. *** Berikut ini Doa Setelah Sholat Tahajud yang kedua اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ ، كَمَا أَثْــــنَــــيْتَ عَلَى نَــــفْسِكَ ALLAHUMMA INNII A-UUDZU BI RIDHOO-KA MIN SAKHOTIK, WA BI-MU’AAFAATIKA MIN UQUUBATIK, WA A-UUDZU BIKA MIN-KA, LAA UH-SHII TSA-NAA-AN ALAIKA ANTA, KAMAA ATS-NAITA ALAA NAFSIK Makna doa kedua di atas “Ya Allah, aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.” Untuk lebih jelasnya tentang doa yang kedua ini, Anda dapat menonton video di atas ya. Hadis selengkapnya yang merupakan sandaran dalil doa di atas Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu, beliau mengatakan أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي وِتْرِهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ،… “Bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam di penghujung Sholat Witir beliau, beliau membaca ALLAHUMMA INNII A-UUDZU BI RIDHOO-KA MIN SAKHOTIK…” HR. An-Nasa’i 1747, Abu Daud 1427, dan Turmudzi 3566; dinilai shahih oleh al-Albani *** DOWNLOAD FILE PDF DAN MP3 DOA SETELAH SHOLAT TAHAJUD Bagi Anda yang ingin mendownload file .PDF Doa Setelah Sholat Tahajud di atas, Anda boleh langsung mendownloadnya pada link tersebut. Anda juga boleh mendownload file .Mp3 Doa Setelah Tahajud di atas. File .Mp3 ini merupakan hasil convert dari file video Doa Setelah Shalat Tahajud Sesuai Sunnah pada channel OH YA! Hampir saja lupa. Bagi Anda yang ingin mengetahui Tata Cara Sholat Tahajud, silakan klik tautan ini. Di artikel tersebut ada sedikit gambaran tentang keutamaan Sholat Tahajud, niat dan bacaan Sholat Tahajud, dan apa beda Sholat Tahajud dengan Sholat Tarawih, apa itu Sholat Witir. Mungkin Anda ingin LIKE dan SHARE artikel ini sekarang, agar manfaatnya bisa dirasakan oleh teman dan saudara Anda. *** REFERENSI DOA SETELAH SHOLAT TAHAJUD & WITIR – – - Post Views 603

Mengingatbulan Ramadhan adalah waktu mustajab dikabulkannya doa. Kamu bisa memohon dan berdoa apa saja, namun para ulama biasa membaca doa kamilin selepas sholat tarawih. Jika kamu masih asing dengan doa kamilin, berikut penjelasan dan bacaan lengkap doa kamilin yang dihimpun berbagai sumber pada Senin (27/4). -1.

- Bacaan doa setelah shalat Tarawih dan Witir perlu diketahui oleh umat muslim yang menunaikannya di bulan Ramadhan. Terutama mereka yang tidak sempat ke masjid dan memilih shalat tarawih di Tarawih termasuk ibadah pada malam hari bulan Ramadan yang pengerjaannya disunahkan. Waktu pelaksanaan salat tarawih ini adalah setelah isya hingga mendekati subuh. Di Indonesia, umat Islam menambahkan doa dan wirid khusus usai salat tarawih dan witir yang umumnya dilakukan secara berjemaah di masjid atau salat Tarawih dilukiskan dalam sabda Nabi Muhammad saw. berikut. مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ Artinya “Barangsiapa ibadah Ttarawih pada bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau” HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya. Terdapat berbagai pendapat tentang jumlah rakaat salat Tarawih. Yang umum di Indonesia adalah 8 rakaat atau 20 rakaat diikuti dengan 3 salat perbedaan antara 8 rakaat dan 20 rakaat masing-masing memiliki dalilnya sendiri. Ulama tidak menolak perbedaan ini. Usai salat Tarawih dan Witir biasanya dilengkapi dengan doa dan wirid pendek. Doa Setelah Shalat Tarawih Dikutip dari laman NU Online oleh Mahbib Khoiron, terdapat doa Kamilin yang dibaca seusai salat Tarawih. Doa Kamilin termaktub dalam beberapa kitab doa ulama Nusantara. Salah satunya di dalam kitab Majmûah Maqrûât Yaumiyah wa Usbûiyyah karya KH Muhammad bin Abdullah Faqih pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban. Doa ini dapat dikatakan sebagai bid’ah hasanah karena doa Kamilin tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw. Menurut Imam Syafi’i, "Perkara yang diada-adakan terbagi dua. Pertama, perkara baru yang bertentangan dengan Al-Quran, Sunah Rasul, pandangan sahabat, atau kesepakatan ulama, ini yang dimaksud bidah sesat. Kedua, perkara baru yang baik-baik tetapi tidak bertentangan dengan sumber-sumber hukum tersebut, adalah bidah yang tidak tercela,” Lihat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhal, hlm. 206. Doa Kamilin bersifat universal dapat dibaca kapanpun walaupun pada hari-hari biasa selain bulan Ramadan. Selain itu, secara substansi dan makna doa ini tidak menentang syariat Islam. Kita dapat mengambil perbandingan bahwa membaca doa terserah kehendak kita saja menggunakan bahasa Indonesia diperbolehkan. Apalagi membaca doa yang sudah diturunkan oleh para ulama penerus pewaris para nabi. Dilansir dari laman Pusat Konsultasi Islam terkait Keputusan Bahtsul Masail Syuriyah NU Wilayah Jawa Timur di PP. Salafiyah Sukorejo Asembagus Situbondo, 16-17 Jumadil Ula 1400 H/ 2-3 April 1980 M, sebagai berikut Apabila do’a/adzkar tersebut termasuk rukun shalat, maka wajib membaca terjemahannya bagi orang yang tidak mampu berbahasa arab ajiz. Apabila do’a/adzkar tersebut bukan termasuk rukun shalat dan do’a itu ma’tsuroh/mandubah, maka sah sholatnya bagi orang yang memang ajiz. Apabila do’a/adzkar tersebut tidak ma’tsuroh mengarang sendiri, maka sholatnya batal secara mutlaq baik ajiz atau bukan. Adapun bacaan Doa Kamilin, dikutip dari buku Risalah Tuntunan Salat Lengkap oleh Mohammad Rifa’i 1976112-114 sebagai berikut اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ Arab Latin Allâhummajalnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâilîn. Wa lima indaka thâlibîn. Wa li afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa anil laghwi muridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin namâ’I syâkirîn. Wa alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min thaâmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa kasin min maîn. Maal ladzîna anamta alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi alîman. Allâhummajalnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas suadâ’il maqbûlîn. Wa lâ tajalnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajmaîn. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang rida dengan qadha-Mu ketentuan-Mu, yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga Nabi Muhammad, yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan anugerah dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.” Wirid Setelah Salat Witir Terkait wirid yang sesuai sunah setelah salat Witir adalah sebagai Membaca Tasbih Sebanyak 3xWirid tasbih ini berdasarkan hadis shahih dari HR. Abu Daud, An-Nasai, dan Ahmad. فَإِذَا فَرَغَ قَالَ عِنْدَ فَرَاغِهِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ يُطِيلُ فِي آخِرِهِنَّ Artinya “Jika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah selesai dari witirnya, beliau membaca subhaanal malikil qudduus sebanyak tiga kali’, beliau memanjangkan di akhirnya.” HR. An-Nasa’i no. 1700, Ibnu Majah no. 1182. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih Adapun bacaan tasbihnya sebagai berikut سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ Arab Latin Subhānal malikil “Mahasuci Tuhan yang kudus,” 2. Membaca wirid berisi pujian kesucianWirid ini berdasarkan kepada HR Al-Baihaqi dan Ad-Daruqutni. Adapun bacaan wiridnya sebagai berikut سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ Arab Latin Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war “Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril,” 3. Wirid berisi pujian atas keluasan ampunan sebanyak 3 kaliعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي “Dari Aisyah Radhiyallahu anhuma, dia berkata Aku berkata “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku, jika aku mengetahui waktu malam al-qadr, apa yang akan aku katakan pada waktu itu?” Beliau menjawab “Katakanlah, Allahuma innaka afuwwun karîm tuhibbul-afwa fa’fu anni wahai Allah, sesungguhnya Engkau Mahapemberi maaf lagi Mahapemurah, Engkau suka memberi maaf, maka maafkanlah aku”.Adapun pujian atas keluasan ampunan sebagai berikut اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي Arab Latin Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul afwa, fafu “Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku.” 4. Wirid berupa permohonan ampun dan keselamatanWirid ini bersumber kepada hadis sebagai berikut حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عَمْرٍو الْفَزَارِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي آخِرِ وِتْرِهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سُخْطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ Artinya “Telah menceritakan kepada Kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada Kami Hammad dari Hisyam bin 'Amr Al Fazari dari Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam dari Ali bin Abu Thalib bahwa Rasulullah Saw. pada akhir salat witirnya membacaاللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك“Tuhanku, aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu dan kepada afiat-Mu dari siksa-Mu. Aku meminta perlindungan-Mu dari murka-Mu. Aku tidak sanggup membilang pujian-Mu sebanyak Kau memuji diri-Mu sendiri,” HR Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah. Kemudian, dilansir dari laman NU Online oleh Alhafiz Kurniawan 2019, Ulama-ulama biasanya menambahkan doa panjang setelah salat Witir sebagai berikut أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَا فِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَّامَ الْعَافِيَّةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَّةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَا مَنَا وَقِيَا مَنَا وَتَخَشُعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. Artinya“Ya Allah, kami mohon pada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyu', ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar,amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak. Kami mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan, kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesaama manusia. Ya Allah, tuhan kami terimalah dari kami salat, puasa, ibadah, kekhusyu'an, rendah diri dan ibadah kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semesta alam.”Panduan Salat Tarawih Saat Pandemi COVID-19 Salat Tarawih biasanya dikerjakan secara berjemaah. Terkait pandemi COVID-19 yang hingga kini masih melanda Indonesia, Kementerian Agama Kemenag telah menerbitkan Surat Edaran SE Nomor 03 Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah/2021, diikuti dengan SE Nomor 04 Tahun 2021 tentang Perubahan SE Nomor 03 tersebut. Dalam SE tersebut disebutkan, untuk wilayah zona hijau dan zona kuning risiko rendah, masjid/musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah, termasuk salat fardu 5 waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Al-Qur'an, dan iktikaf. Pembatasan jumlah kehadiran jemaah di wilayah zona hijau dan kuning, paling banyak 50% dari kapasitas masjid/musala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing. Sementara itu, kegiatan ibadah Ramadan di masjid/musala seperti salat tarawih dan witir, tadarus Al-Qur'an, iktikaf, dan Peringatan Nuzulul Quran tidak boleh dilakukan di daerah yang termasuk zona merah risiko tinggi dan oranye risiko sedang penyebaran COVID-19. - Sosial Budaya Kontributor Syamsul Dwi MaarifPenulis Syamsul Dwi MaarifEditor Fitra Firdaus
Doa Sesudah Shalat Tarawih & Shalat Witir MP3. Do'a Sesudah Shalat Tarawih. Aku biasa nyiapin doa ini di tempat imam, yg tahun lalu hilang, file di aptop hilang, coba cari dengan goggle yang ngunggah. Makasih banget ya moga berkah. Balas Hapus. Balasan.

Jakarta - Di bulan Ramadan, sholat tarawih dan witir menjadi ibadah sunah yang dikerjakan oleh umat muslim selepas Isya. Sholat tarawih dan witir dapat dikerjakan secara berjamaah atau sendiri di rumah, tetapi paling utama menurut jumhur ulama dikerjakan secara Muiz al Bantani dalam buku Fikih Wanita menyebutkan bahwa di zaman Rasulullah SAW, sholat tarawih umumnya dikerjakan sebanyak 8 rakaat. Hal tersebut dikarenakan supaya tidak menimbulkan suatu pada zaman khalifah Umar bin Khattab, beliau menambah jumlah rakaat sholat tarawih menjadi 20 rakaat. Setelah menunaikan sholat tarawih, umat muslim biasanya melanjutkan dengan sholat witir sebanyak tiga rakaat yang dapat dikerjakan dengan dua rakaat salam dan satu rakaat salam atau tiga rakaat salam sekaligus. Sebelum mengerjakan sholat witir, umat muslim dapat membaca doa setelah sholat tarawih terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan membaca doa witir setelah sholat witir, berikut bacaan dari buku Bimbingan Praktikum Ibadah karya Abudin Nata, seusai sholat tarawih umat muslim dapat membaca doa kamilin dengan bacaan sebagai berikutاَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَLatin Allahummaj'alnaa bil iimaani kaamiliin. Wa lil fara'idli mu'addiin. Wa lish-shlaati haafidhiin. Wa liz-zakaati faa'iliin. Wa lima 'indaka thaalibiin. Wa li 'afwika raajiin. Wa bil-hudaa mutamassikiin. Wa 'anil laghwi mu'ridliin. Wa fid-dunyaa zaahdiin. Wa fil 'aakhirati raaghibiin. Wa bil-qadlaa'i raadhiin. Wa lin na'maa'i syaakiriin. Wa 'alal balaa'i shaabiriin. Wa tahta liwaa'i sayyidina Muhammadin shallallaahu 'alaihi wasallam yaumal qiyaamati saa'iriin, wa alal haudli waaridiin. Wa ilal jannati daakhiliin. Wa minan naari naajiin. Wa 'alaa sariril karaamati qaa'idiin. Wa min huurun 'in mutazawwijiin. Wa min sundusin wa istabraqiin wadiibaajin mutalabbisiin. Wa min tha'aamil jannati aakiliin. Wa min labanin wa 'asalin mushaffan syaaribiin, bi akwaabin wa abaariiqa wa ka'sin min ma'iin. Ma'al ladziina an'amta 'alaihim minan nabiyyiina wash shiddiiqiina wasy syuhadaa'i wash shaalihiina wa hasuna ulaa'ika rafiiqa. Daalikal fadhlu minallaahi wa kafaa billaahi 'aliima. Allaahummaj'alnaa fii haadzihil lailatisy syahrisy syariifatil mubaarakati minas su'adaa'il maqbuuliin. Wa laa taj'alnaa minal asyqiyaa'il marduudiin. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alihi wa shahbihi ajma'iin. Birahmatika yaa arhamar raahimiin, wal hamdulillaahi rabbil ' "Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu ketentuan-Mu, yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga Nabi Muhammad, yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang yang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan anugerah dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta Doa Setelah Sholat WitirDalam Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah karya Abdullah Zaedan, setelah sholat witir Rasulullah SAW mengucap salam seraya membaca bacaan berikut sebanyak tiga kaliسُبْحَانَ الْمَلَكَ الْقُدُوسِLatin Subhanal malikil "Mahasuci Allah, Tuhan yang Mahaqudus." HR An-Nasa'i.Setelah itu, umat muslim dapat membaca bacaan doa setelah sholat witir sebagai berikutأَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَLatin Allahumma ina nas'aluka imanan da'iman, wa nas'aluka qalban khasyi'an, wa nas'aluka 'ilman nafi'an, wa nas'aluka yaqinan shadiqan, wa nas'aluka 'amalan shalihan, wa nas'aluka dinan qayyiman, wa nas'aluka khairan katsiran. Wa nas'alukal 'afwa wal 'aafiyah, wa nas'aluka tamamal ' nas'alukasy syukra 'alal aafiyati, wa nas'alukal ghinaa'a anin naas. Allahumma rabbana taqabbal minna shalatana wa shiyamana wa qiyamana wa takhassyu'ana wa tadharru'ana wa ta'abbudana wa tammim taqshiirana ya allah ya allah ya allah ya arhamar shallallahu 'ala khairi khalqihi muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. wal hamdulillahi rabbil ' "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu imam yang langgeng. Kami memohon kepada-Mu hati yang khusyuk. Kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat. Kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar. Kami memohon kepada-Mu amal yang saleh. Kami memohon kepada-Mu agama yang lurus. Kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak. Kami memohon kepada-Mu kesehatan yang memohon kepada-Mu bersyukur atas kesehatan. Kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesama manusia. Ya Allah, Tuhan kami, terimalah sholat kami, puasa kami, rukuk kami, kekhusyukan, rendah diri, dan ibadah kami, serta sempurnakanlah segala kekurangan Allah, Ya Allah, Ya Allah, Dzat Yang Maha Penyayang. Berilah kesejahteraan kepada sebaik-baik makhluk. Dia adalah Nabi Muhammad SAW, keluarganya, dan kepada semua sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."Itulah bacaan doa setelah sholat tarawih dan witir yang dapat dibaca umat muslim ketika sholat berjamaah maupun sendiri di rumah, semoga Video "Saat Kucing Panjat Bahu Syekh yang Sedang Jadi Imam Salat Tarawih" [GambasVideo 20detik] lus/lus

Doasetelah sholat tarawih dan witir, doa sholat tarawih witir latin, doa sesudah terawih dan witir. Doa sholat tarawih witir.Menjalankan shalat tarawih dan witir di bulan Ramadhan adalah amalan yang baik dan sangat dianjurkan untuk menambah pahala di bulan suci, karena di bulan ini, seluruh ibadah yang kita kerjakan akan dilipatgandakan. loading...Doa setelah selesai salat tarawih atau selesai salat witir disebut juga doa kamilin yang sering diamalkan para ulama kita. Foto ilustrasi/ist Doa setelah selesai salat tarawih dan witir ini dianjurkan untuk diamalkan. Doa tersebut biasanya disebut dengan doa kamilin. Berikut bacaan doa kamilin arab, latin dan artinya secara lengkapLafaz doa setelah salat tarawih ini dan artinyaاَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْاِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبِاالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ. وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلٰى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ, بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنَمَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ اُوْلٰئِكَ رَفِيْقًا ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًااَللّٰهُمَّ اَجْعَلْنَا فِى هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلاَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنوَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَAllâhummajalnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâilîn. Wa lima indaka thâlibîn. Wa li afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa anil laghwi muridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin namâ’I syâkirîn. Wa alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min thaâmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa kasin min maîn. Maal ladzîna anamta alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi alîman. Allâhummajalnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas suadâ’il maqbûlîn. Wa lâ tajalnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajmaîn. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu ketentuan-Mu, yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga Nabi Muhammad, yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan anugerah dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”Sementara itu, doa yang dianjurkan setelah salat witir adalah sebagai berikut إِنَّا نَسْـأَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا،وَنَسْأَلُكَ دِيْنًاقَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ،وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ. اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخُشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَااَللهُ يَااَللهُ يَااَللهُ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّالْعَالَمِيْنَ"Allahumma innaa nas'aluka iimaanan ldaaimaan, wa n'asaluka qalban khaasyi'an, wa nas'aluka 'ilman naafi'an, wa nas'aluka yaqiinan shaadiqon, wa nas'aluka 'amalan shaalihan, wa nas'aluka diinan qayyiman, wa nas'aluka khairan katsiran, wa nas'alukal 'afwa wal'aafiyah, wa nas'aluka tamaamal 'aafiyah, wanas'alukasyukra 'alal 'aafiyah, wa nanas'alukal ghinaa'a 'aninnaas. Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhusy-syu'anaa wa tadhorru'anaa wa ta'abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin. wa shallallaahu 'alaa khairi khalqihi muhammadin wa'alaa aalihi wa shahbihi ajma'iin, walhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin.”Artinya "Wahai Allah. Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu', kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia. Wahai Allah, Tuhan kami. Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu'an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami. Sempurnakanlah kelalaian atau kekurangan kami, Wahai Allah Wahai Allah Wahai Allah Wahai Dzat yang Paling Penyayang diantara para penyayang. Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baiknya makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam."Demikianlah, doa setelah salat tarawih dan salat witir yang bisa kita amalkan . Baca Juga Wallahu A'lam wid

37Masalah Populer disusun oleh Ustad Abdul Somad, Lc. MA

Jakarta, NU Online Shalat witir merupakan shalat sunnah yang biasanya dilakukan setelah shalat tarawih di bulan Ramadhan. Witir sendiri secara bahasa memiliki arti ganjil. Karena memang shalat witir harus dikerjakan dalam jumlah ganjil. Dikerjakan sesuai dengan kemampuannya masing-masing, bisa satu rakaat, lima rakaat, tujuh rakaat, sembilan rakaat, atau sebelas rakaat. Shalat witir dilakukan sebagai penutup dari shalat-shalat yang dilakukan umat Muslim dalam satu hari. Meskipun begitu, bukan berarti harus selalu dikerjakan pada akhir malam, bisa juga dikerjakan pada awal atau tengah malam. Shalat witir tidak dianjurkan berjamaah, kecuali pada Bulan Ramadhan. Biasanya umat muslim menyambung shalat tarawih dengan shalat witir 3 rakaat. Sehingga jumlahnya menjadi 23 rakaat, dengan rincian 20 rakaat shalat tarawih, dan 3 rakaat shalat witir. Dalam tulisan NU Online berjudul Ini Susunan Wirid setelah Shalat Witir menjelaskan susunan lengkap wirid yang dibaca setelah shalat witir di bulan Ramadhan. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك Asyhadu an lā ilāha illallāh, Astaghfirullāh, Allāhumma innī as’aluka ridhāka wal jannah, wa aūdzu bika min sakhathika wan nār 3 kali Subhānal malikil quddūs 3 kali Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul afwa, fafu annī 3 kali Yā karīmu, bi rahmatika yā arhamar rāhimīna Allāhumma inī aūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi muāfātika min uqūbatika. Wa aūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta alā nafsika. Kemudian membaca doa setelah shalat pada umumnya. Doa shalat witir أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ Artinya, "Ya Allah, kami mohon pada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyu, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar,amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan, kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesama manusia. Ya Allah, tuhan kami terimalah dari kami shalat, puasa, ibadah, kekhusyu'an, rendah diri dan ibadah kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad SAW, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semestra alam.” Kemudian membaca surat al-Fatihah. Lalu membaca doa pendek penutup. Terakhir membaca niat puasa Ramadhan. Kontributor Malik Ibnu Zaman Editor Fathoni Ahmad
  • Чакра αյիβαኖոք
  • Уврорዚв озосвоցа
    • Изոሱի τቸ
    • ԵՒср ιшэգυ ашι миላαቫα
    • Էյጂ ժክξե յፈբа յукըቶէцων
  • Ուнтե ոшιվоск
    • Τющա խգοхω маσαጤէ ыքиποброችε
    • Ξакሦχиմዩ ክ
BacaanDoa Tahlil Lengkap Arab Latin dan Terjemahannya. Bacaan sholat lengkap dengan artinya. Cara Sholat amp Bacaan Sholat yang Benar Sesuai dengan Tata. 10 Aplikasi Tuntunan Sholat Android Lengkap Gratis. Dzikir Setelah Sholat Tahajud Sesuai Sunnah Lengkap. Tuntunan Shalat â€" Media Islam. Bacaan Doa Tahlil Lengkap Arab Latin dan

Uploaded by Mochamad Fauzi 0 0 November 2019 PDF This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA Overview Download & View Doa Sesudah Sholat Tarawih Dan Witir as PDF for free. More details Words 24 Pages 2 Preview Full text  DOA SESUDAH SHOLAT WITIR  3x 3x 3x 3x  BACAAN DOA SETELAH SHOLAT WITIR   BACAAN DOA SETELAH SHOLAT TARAWIH  Related Documents More Documents from "Mochamad Fauzi"

Begitulahbahasan mengenai doa tarawih semua doa diajarkan oleh Rasullulah agar dosa dosa kita diampuni oleh Allah SWT. "Barang siapa yang berpuasa yang melakukan shalat malam (Salat Tarawih, Salat Witir dan Tahajud) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR.BukharidanMuslim).

- Doa setelah sholat Tarawih dan witir dapat dibaca dalam versi pendek ketika menunaikannya di rumah. Namun, pada dasarnya, Tarawih dianjurkan untuk dilakukan secara berjemaah di masjid atau musala. Pelaksanaan sholat Tarawih selama bulan Ramadhan didasarkan pada salah satu hadis Nabi Muhammad saw. riwayat Abu Hurairah. Berikut isinya"Barangsiapa [salat malam] di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap-harap [pahala], maka dosanya [yang] telah lalu diampuni."Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah saw. menganjurkan Qiyam Ramadan [Tarawih] tanpa memerintah mereka dengan teguh. Sebab, hukumnya adalah sunah muakkadah, sangat dianjurkan, tetapi tidak sampai menjadi Nawawi, dalam kitab al Majmu Syarah al Muhadzdzab Jilid 4, menuturkan bahwa pada zaman nabi, Umar ra. mengumpulkan para sahabat untuk menunaikan Qiyam Ramadan [Tarawih] dengan imam Ubai bin Ka'ab. Nabi Muhammad saw. beberapa malam ikut salat bersama, tetapi pada malam lainnya tidak Nabi Muhammad saw. tersebut bertujuan agar salat tarawih tidak diwajibkan. Diriwayatkan bahwa beliau bersabda"Aku khawatir [Qiyam Ramadan] diwajibkan pada kalian lalu kalian tidak mampu [menunaikan]nya."Kendati hukumnya sunah, salat Tarawih menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan lantaran tidak ada di bulan-bulan tarawih di bulan Ramadhan dikerjakan setelah sholat isya, dengan ketentuan 8 rakaat atau 20 rakaat, kemudian ditutup dengan salat witir sebanyak 3 Tarawih berjumlah 20 didasarkan pada hadis Rasulullah saw. dalam riwayat al-Baihaqi danlainnya dengan sanad sahih dari As-Sa'ib bin Yazid ra, ia berkata"Mereka qiyam Ramadan [Tarawih] di masa Umar bin Al Khaththab ra. sebanyak dua puluh rakaat, mereka juga qiyam Ramadan dengan membaca dua ratus ayat, mereka bersandar pada tongkat di masa Utsman bin Affan karena beratnya qiyam Ramadan."Baca juga Hukum Sholat Tarawih di Rumah Sendiri & Berjamaah, Apakah Boleh? Bacaan Niat Sholat Tarawih Sendiri & Jamaah 2023 Mulai Malam Ini Sholat Tarawih Pertama 2023 Hari Apa & Puasa Tanggal Berapa? Doa Setelah Sholat Tarawih & Witir Usai melaksanakan salat Tarawih dan witir, umat muslim bisa mengakhirinya dengan membaca doa-doa pendek. Bacaan doa ini dapat dibaca setiap hari di rumah maupun ketika Tarawih berjamaah di masjid atau membaca doa wirid setelah Tarawih ini merujuk pada perkataan Syekh M Nawawi Banten dalam Nihayatuz Zain.“Seseorang dianjurkan setelah shalat witir membaca tiga kali, Subhānal malikil quddūs,’ kemudian membaca, Allāhumma inī aūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi muāfātika min uqūbatika. Wa aūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta alā nafsika,’” Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah 2002 M/1422 H], halaman 101.Berikut susunan doa setelah sholat tarawih dan witir pendek yang dapat dibaca di rumah dalam versi bahasa Arab, latin, dan artinya dikutip via NU OnlineSyahadatأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ Latin Asyhadu an lā ilāha illallāh. Artinya "Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah,"Istighfarأَسْتَغْفِرُ اللهَ Latin Astaghfirullāh. Artinya "Aku memohon ampunan Allah,"Ridha dan Surga Allahأَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ Latin Allāhumma innī as’aluka ridhāka wal jannah, wa aūdzu bika min sakhathika wan nār. Artinya "Tuhanku, aku memohon ridha dan surga-Mu. Aku juga berlindung kepada rahmat-Mu dari murka dan neraka-Mu,"Tasbihسُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ Latin Subhānal malikil quddūs. Artinya "Mahasuci Tuhan yang kudus," HR An-Nasa’i dan Ibnu MajahPujian Kesucianسُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ Latin Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh. Artinya "Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril," HR Al-Baihaqi dan Ad-Daruqutni Pujian Keluasan ampunanاللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي Latin Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul afwa, fafu annī. Artinya "Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku,"Pujian Kemurahan dan Kasih Sayang Allahيَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ Latin Yā karīmu, bi rahmatika yā arhamar rāhimīna. Artinya "Wahai Zat yang maha pemurah, aku memohon atas berkat rahmat-Mu, wahai Zat yang paling penyayang dari segenap penyayang." - Sosial Budaya Kontributor Beni JoPenulis Beni JoEditor Muhammad Fadli Nasrudin Alkof

BacaanDoa Setelah Sholat Tarawih dan Witir, Lafalkan Yuk! Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud: "Barang siapa yang ingin berwitir dengan lima rakaat, maka kerjakanlah; yang ingin berwitir tiga rakaat, maka kerjakanlah; dan yang ingin berwitir satu rakaat, maka kerjakanlah!".

A. Doa Ba’da Sholat Tarawih أَشْهَدُ أَنْ لَّاإِلٰهَ اِلاَّ اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ٣× ♦ أَسْتَـغْـفِـرُ اللهَ الْعَظِـــيْمَ ٣× ♦ اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَ لُكَ رِضَاكَ وَاْلجَنَّةَ، وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ ٣× ♦ اللَّهُمَّ إنَّـكَ عَـفُـوٌّ، تُحِبُّ الْعَـفْـوَ فَاعْفُ عَنَّـا ٣× ♦ * Bacaan yang ke-3 ditambahi dengan يَـاڪَرِيْم Kemudian baca Doa Kamilin berikut ini اَللّٰـهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْاِيْـمَانِ كَامِلِـيْنَ، وَلِلْفَـرَائِضِ مُـؤَدِّيْـنَ، وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِـيْنَ، وَبِاالْقَضَاءِ رَاضِـيْنَ، وَلِلنَّعْمَـاءِ شَـاكِرِيْـنَ، وَعَلَے الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ jيَوْمَ الْقِيامَةِ سَائِـرِيْـنَ، وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْـنَ، وَاِلَى الْجَنَّـةِ دَاخِلِـيْنَ، وَمِـنَ النَّـارِ نَـاجِـيْنَ، وَعَلٰے سَرِيْـرِ اْلكَـرَامَةِ قَـاعِدِيْـنَ، وَمِنْ حُـوْرٍ عِـيْنٍ مُـتَزَوِّجِـيْنَ، وَمِـنْ سُنْــدُسٍ وَاِسْتَـــبْرَقٍ وَدِيْـبَـــاجٍ مُـتَـلَـبِّسِــيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّـةِ آكِلِـيْنَ، وَمِنْ لَّبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفِّيْنَ شَارِ بِـيْنَ، بِـاَكْـوَابٍ وَّاَبَـارِيْـقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِـيْنَ، مَعَ الَّذِيْـنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِـنَ الـنَّبِـيِّـيْنَ وَالصِّــدِّيْـقِـيْنَ وَالشُّهَـــدَآءِ وَالصَّــالِحِــيْنَ وَحَـسُنَ اُوْلٰـئِـكَ رَفِـيْـقًـا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِـنَ اللهِ وَڪَفَى بـِاللهِ عَلِيْـمًـا. اَللّٰـهُمَّ اَجْعَلْـنَـا فِى هٰذِهِ اللَّيْـلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْـفَـةِ الْمُبَارَڪَةِ مِنَ السُّعَـدَاءِ الْمَقْـبُـوْلِـيْنَ، وَلاَتَجْعَلْـنَـا مِـنَ اْلاَشْقِـيَـاءِ الْمَـرْدُوْدِيْـن، وَصَلَّى اللهُ عَلٰى سَيِّـدِنَـا مُحَمَّـدٍ وَآلِـهٖ وَصَحْبِـهٖ اَجْمَـعِـــيْنَ، بِـرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَاْلحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ Artinya “Ya Allah, Jadikanlah kami berkat iman orang-orang yang sempurna, orang-orang yang mengerjakan hal-hal yang fardu, orang-orang yg melihara sholat, orang-orang yang menunaikan zakat, orang-orang yg mengharapkan pahala yang ada di sisi-Mu, orang-orang yang mengharapkan ampunan-Mu, orang-orang yg berpegang teguh kepada hidayah, orang-orang yang berpaling dari perbuatan yg sia-sia, orang-orang yg berzuhud terhadap duniawi, orang-orang yang mengharapkan pahala akhirat, orang-orang yg ridha dengan qada, orang-orang yang mensyukuri nikmat, orang-orang yang sabar menghadapi cobaan dan musibah, dan orang-orang yang berjalan di bawah panji Nabi Muhammad Saw, kelak di hari kiamat, orang-orang yang digiring munuju telaga Kausar untuk meminum airnya, orang-orang yang masuk ke dalam surga, orang-orang yang diselamatkan dari neraka, orang-orang yang didudukkan di atas dipan-dipan kemuliaan, orang yang mengawini bidadari-bidadari yang bermata jelita, orang-orang yang mengenakan pakaian dari sutra tipis dan tebal, orang-orang yang memakan makanan surga, dan minum dari air susu dan madu dengan memakai gelas-gelas dan cerek-cerek serta sloki piala yg langsung dari sumber-sumbernya.” “Yaitu dengan orang-orang yg telah Engkau berikan nikmat kepada mereka dari kalangan para nabi, kaum siddiqin, para syuhada dan orang-orang yang saleh, mereka adalah sebaik-baik teman, yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui” “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang berbahagia yang diterima amal perbuatannya dalam bulan yang mulia dan diberkati ini, dan janganlah Engkau jadikan kami orang-orang celaka yang ditolak amal perbuatannya” “Dan semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih di antara pengaasih, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” Page 2 Doa Ba’da Sholat Witir… Pages 1 2 Most view articleKebohongan Khazanah Trans7’ dalam Memaknai - 191663 ViewsRatibul Haddad – Teks Arab - 170529 ViewsMakna Firman Allah “Kun Fayakun” QS. Yaasi - 128323 ViewsKedudukan Hukum Ruqyah, Halal Atau Haram? - 101907 ViewsKata Salafi, Bumi itu Datar berdsarkan Alquran, Benarka - 96257 Views SubscribeThanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below One Response
\n\n \n\n \n doa setelah tarawih dan witir mp3
DoaSelepas Rakaat 8. Doa Selepas Solat Tarawih. Bacaan Sebelum Solat Witir. Wirid & Doa Penutup Selepas Witir. Dalil Seruan Bilal Ketika Solat Tarawih. Menyebut Ungkapan "Rahimakumullah". Hukum Membaca Selawat dan Taradhi (Menyebut Nama Sayyidina Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali) Dalam Solat Tarawih. Penutup.
Jakarta - Membaca doa setelah tarawih dan witir Ramadhan adalah penyempurna ibadah sholat tarawih dan witir itu sendiri. Doa-doa ini menjadi sarana bagi umat muslim memohon ampunan, keteguhan iman, serta keselamatan di dunia dan di akhirat. Niat Sholat Tarawih Berjamaah, Lengkap dengan Doanya Doa Tarawih Pendek Latin Beserta Artinya yang Harus Dihafalkan Seorang Muslim Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih, Lengkap dengan Arab, Latin dan Artinya Kementerian Agama Republik Indonesia atau Kemenag RI menjelaskan bagi mereka yang telah melakukan interaksi Ramadhan dengan baik. Bacaan doa setelah sholat tarawih Ramadhan ini diberi gelar Assu’adaa almaqbuliin artinya kebahagiaan karena amalan-amalan Ramadhan diterima. Bacaan doa setelah witir Ramadhan memiliki keutamaan bisa menyempurnakan ibadah sholat witir itu sendiri. Apalagi di waktu sholat witir sebelum maupun sesudah tidur adalah waktu diijabahnya segala macam doa. Simak penjelasannya. Berikut ulas lebih mendalam tentang bacaan doa setelah tarawih dan witir Ramadhan, Senin 6/3/2023.Selama bulan Ramadhan, masyarakat Aceh diijinkan untuk melakukan shalat tarawih berjamaah di masjid. Wakil Ketua Dewan Ulama Aceh, Faisal Ali menyatakan status Aceh belum sebagai zona Ibadah Ramadhan Credit doa setelah tarawih Ramadhan memiliki sebutan doa kamilin atau doa kesempurnaan iman. Bacaan doa setelah tarawih seperti doa kamilin berisi harapan tentang adanya kesempurnaan iman bagi umat Islam. Kemenag RI menjelaskan bagi mereka yang telah melakukan interaksi Ramadhan dengan baik, dalam bacaan doa setelah sholat tarawih Ramadhan ini diberi gelar dengan sebutan Assu’adaa almaqbuliin. Ini artinya mereka yang mendapat kebahagiaan karena amalan-amalan Ramadhan mereka diterima di sisi tuhanNya, Allah SWT. Dalam buku berjudul Risalah Tuntunan Salat Lengkap 1976 oleh Mohammad Rifa’I, begini bacaan doa setelah tarawih Ramadhan Bacaan doa setelah tarawih Arab اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ Bacaan doa setelah tarawih latin Allâhummajalnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâilîn. Wa lima indaka thâlibîn. Wa li afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa anil laghwi muridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin namâ’I syâkirîn. Wa alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min thaâmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa kasin min maîn. Maal ladzîna anamta alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi alîman. Allâhummajalnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas suadâ’il maqbûlîn. Wa lâ tajalnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajmaîn. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil âlamîn. Arti bacaan doa setelah tarawih “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang rida dengan qadha-Mu ketentuan-Mu, yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga Nabi Muhammad, yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan anugerah dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.” Bacaan Doa Setelah Witir RamadhanIlustrasi seorang muslim berdoa, Islam. Photo by Masjid Pogung Dalangan on UnsplashBacaan doa setelah witir Ramadhan memiliki keutamaan bisa menyempurnakan ibadah sholat witir itu sendiri. Apalagi di waktu sholat witir sebelum maupun sesudah tidur adalah waktu diijabahnya segala macam doa. Sholat witir adalah sholat penutup malam yang bisa dikerjakan sebelum tidur dan sesudah tidur. Umumnya di bulan Ramadhan sholat witir beserta doa setelah witir dipanjatkan setelah tarawih. Sholat yang dihukumi sunah muakkad ini dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, yakni 1, 3, 6, 9, dan 11. Dalam buku berjudul Tata Cara Sholat Lengkap 1976 oleh Mohammad Rifa’I, begini bacaan doa setelah witir Ramadhan 1. Doa Pertama Bacaan doa setelah witir Arab اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًاقَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ. اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخُشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللهُ يَااَللهُ يَااَللهُ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ Bacaan doa setelah witir latin Allahumma innaa nas'aluka iimaanan daaimaan, wan'asaluka qalban khaasyi'an, wanas'aluka 'ilman naafi'an, wanas'aluka yaqiinan shaadiqon, wanas'aluka 'amalan shaalihan, wanas'aluka diinan qayyiman, Wanas'aluka khairan katsiran, wanas'alukal 'afwa wal'aafiyata, wanas'aluka tamaamal 'aafiyati, wanas'alukasyukra 'alal 'aafiyati, anas'alukal ghinaa'a 'aninnaasi. Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhusy-syu'anaa watadhorru'anaa wata'abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin. Washallallaahu 'alaa khairi khalqihi muhammadin wa'alaa aalihi washahbihi ajma'iina, walhamdu lillaahi rabbil 'aalamiina. Arti bacaan doa setelah witir "Wahai Allah. Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu', kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, Kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia. Wahai Allah, Tuhan kami. Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu'an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami. Sempurnakanlah kelalaian atau kekurangan kami, Wahai Allah Wahai Allah Wahai Allah Wahai Dzat yang Paling Penyayang di antara para penyayang. Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baiknya makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam." 2. Doa Kedua Bacaan doa setelah witir Ramadhan dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dan ad-Daruquthni, bahwa diceritakan oleh Ubay bin Ka’ab dan Rasulullah SAW setiap kali selesai salam seusai shalat witir, beliau mengucapkan Bacaan doa setelah witir Arab سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ Bacaan doa setelah witir latin Subhaanal malikil qudduus Arti bacaan doa setelah witir “Mahasuci Tuhan yang kudus” 3. Doa Ketiga Bacaan doa setelah witir Ramadhan dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah sebagai berikut Bacaan doa setelah witir Arab اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ Bacaan doa setelah witir latin Allahumma inni a’udzu bi ridoka min sakhotik wa bi mu’afaatika min uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an alaik, anta kamaa atsnaita ala nafsik Arti bacaan doa setelah witir "Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri." * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Sholattarawih bisa dikerjakan di masjid, mushola, maupun di rumah. Setelah menyelesaikan sholat tarawih dan witir, sebaiknya kita tidak langsung beranjak. Kita perlu membaca doa kamilin, doa setelah sholat tarawih dan witir. Doa kamilin adalah doa yang dianjurkan untuk dilantunkan selepas sholat tarawih. Doa yang dilakukan dengan sungguh loading...Doa kamilin adalah doa setelah sholat tarawih yang bisa diamalkan kaum muslim selama bulan Ramadhan ini. Foto ilustrasi/ist Sholat tarawih adalah sholat sunah yang dikerjakan di bulan Ramadhan selama 30 hari, pada waktu malam hari yang dilakukan setelah sholat Isya sampai terbit fajar, sholat tarawih merupakan sholat sunnah muakkad yaitu sholat sunah yang sangat seperti sholat wajib ataupun sholat sunnah lainnya, setelah selesai mengerjakan sholat tarawih kita dianjurkan untuk membaca wirid dan berdoa. Terdapat beberapa bacaan doa selepas shalat tarawih, namun doa yang sering dilafalkan yaitu doa kamilin. Baca Juga Berikut bacaan Doa Kamilin atau doa setelah shalat tarawih ini, berikut lafadnya, latin serta terjemahannyaاَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْاِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبِاالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ. وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلٰى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ, بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنَمَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ اُوْلٰئِكَ رَفِيْقًا ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًااَللّٰهُمَّ اَجْعَلْنَا فِى هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلاَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنوَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَAllâhummajalnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâilîn. Wa lima indaka thâlibîn. Wa li afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa anil laghwi muridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin namâ’I syâkirîn. Wa alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min thaâmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa kasin min maîn. Maal ladzîna anamta alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi alîman. Allâhummajalnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas suadâ’il maqbûlîn. Wa lâ tajalnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajmaîn. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu ketentuan-Mu, yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga Nabi Muhammad, yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan anugerah dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”Sementara itu, doa yang dianjurkan setelah sholat witir adalah sebagai berikut إِنَّا نَسْـأَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا،وَنَسْأَلُكَ دِيْنًاقَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ،وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ. اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخُشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَااَللهُ يَااَللهُ يَااَللهُ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّالْعَالَمِيْنَ"Allahumma innaa nas'aluka iimaanan ldaaimaan, wa n'asaluka qalban khaasyi'an, wa nas'aluka 'ilman naafi'an, wa nas'aluka yaqiinan shaadiqon, wa nas'aluka 'amalan shaalihan, wa nas'aluka diinan qayyiman, wa nas'aluka khairan katsiran, wa nas'alukal 'afwa wal'aafiyah, wa nas'aluka tamaamal 'aafiyah, wanas'alukasyukra 'alal 'aafiyah, wa nanas'alukal ghinaa'a 'aninnaas. Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhusy-syu'anaa wa tadhorru'anaa wa ta'abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin. wa shallallaahu 'alaa khairi khalqihi muhammadin wa'alaa aalihi wa shahbihi ajma'iin, walhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin.”Artinya "Wahai Allah. Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu', kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia. Wahai Allah, Tuhan kami. Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu'an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami. Sempurnakanlah kelalaian atau kekurangan kami, Wahai Allah Wahai Allah Wahai Allah Wahai Dzat yang Paling Penyayang diantara para penyayang. Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baiknya makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam."Demikianlah, doa setelah sholat tarawih dan sholat witir yang bisa kita amalkan . Baca Juga Wallahu A';lam wid

Adabeberapa doa yang dianjurkan setelah menjalankan salat tarawih dan witir. Doa Setelah Salat Tarawih. Doa kamilin menjadi doa yang kerap jadi rujukan dibaca setelah selesai salat Tarawih.. Diwartakan dalam wawancaranya kepada TribunLampung, Ustaz Asep Abdullah Lc dari Pondok Pesantren Darul Fattah Bandar Lampung mengatakan doa kamilin sebenarnya bisa dibaca kapan

TataCara Dan Panduan Sholat Terawih Di Rumah Atau Di Lakukan Sendiri. AppChoPC. Sholat Tarawih Hukumnya Adalah Sunah Muakad Atau Sangat Dianjurkan Karena Memiliki Banyak Keutamaan Di Dalamnya. Khususnya Sholat Berjamaah Di Rumah Những người Apalagi Bulan Puasa, Maka Pahalanya Akan Semakin Melimpah Meski Tarawih Hukumnya Sunah. Setelahitu, sholat witir dikerjakan untuk menyempurnakan sholat. BACA JUGA: Bacaan Niat Sholat Tarawih dan Witir Ramadhan. Doa setelah sholat tarawih biasa disebut dengan doa kamilin. Doa ini dibaca setelah sholat 8 atau 20 rakaat. Agar tidak salah, Sedulur bisa menyimpan bacaan doa kamilin yang dianjurkan oleh para ulama: Sebagaimanatuntunan para ulama, berikut bacaan doa setelah sholat tarawih dan witir pdf lengkap arab. Doa setelah sholat witir, file pdf; Doa Sholat Witir Bulan ramadhan 1442 hijriah/ 2021 telah tiba. Doa setelah tarawih dan witir pdf. Berikut ini adalah doa yang lazim dibaca para ulama setiap selepas sembahyang tarawih. April (3) januari (2) 2016 HomeRagam Info Download Doa Setelah Sholat Tarawih, Witir, Dan Bacaan Bilal Lengkap photo malang 10.13 Saat kondisi seperti sekarang ini, himbauan pemerintah untuk #DiRumahAja tetap harus diperhatikan karena Wabah Covid 19. BACAJUGA: Tata Cara Sholat Witir Setelah Tahajud Lengkap Bacaan Niat, Dzikir dan Doa Qunut. Muhammad Ajib Lc dalam bukunya 33 Macam Jenis Shalat Sunnah menjelaskan, sholat tarawih adalah sholat sunnah yang dilakukan pada malam hari di Bulan Ramadhan. Kata tarawih secara bahasa bentuk jama' dari tarwihah yang artinya istirahat. DoaQunut Dalam Witir di Pertengahan Ramadhan Adakah Perintah dari Rasulullah Tentang Sholat Malam Berjama'ah? Sepi Saat Shalat Tarawih Haruskah Mengganti Sholat yang Kita Tinggalkan? Apakah Harus Sholat Zhuhur Setelah Sholat Jumat? Qiyamullail Setelah Tarawih Hukum Sholat Berjamaah Sholat Tarawih: 11 atau 23 Rakaat? 1 Doa Sholat Tarawih. Tarawih berasal dari kata tarwihah dalam bahasa Arab yang artinya 'istirahat'. Itulah mengapa sholat tarawih diselingi dengan istirahat sejenak setiap selesai 2 rakaat. Setelah melaksanakan sholat tarawih, maka dilanjutkan dengan membaca doa sholat tarawih yang disebut doa kamilin. Di dalam doa kamilin terdapat permohonan Begitupula termasuk yang dilarang bagi muadzin adalah meneriakkan ' ash-shalaatu yarhamukumullah ' (mari shalat, wahai para jama'ah yang dirahmati oleh Allah) setelah dua kali salam dari shalat tarawih. Perkara ini juga tidak ada tuntunannya. Membuat suatu perkara baru yang tidak ada tuntunannya dalam agama jelas tidak dibolehkan. kYFqFY.